Populasi Pekerja IT Kurang Memadai, Bukalapak Mengadakan Programming Contest

Di era modern ini, terlihat jelas bahwa industri teknologi kini sedang berkembang dengan sangat pesat di negara Indonesia. Hal tersebutlah yang mendasari meningkatnya jumlah lapangan kerja di bidang IT.

Tetapi, ada satu hal yang disayangkan, yaitu kurangnya populasi pekerja IT yang memadai. Nugroho Herucahyono, CTO dan Co-Founder Bukalapak mengungkapkan hal tersebut dalam press release-nya.

Akhirnya, Bukalapak pun mengambil inisiatif untuk membuat sebuah ajang kompetisi Programming Contest diberbagai kota di Indonesia. Program ini adalah salah satu cara bagi Bukalapak untuk berusaha meningkatkan kemampuan belajar IT di Indonesia.

Apa yang dilakukan oleh Bukalapak ini sama seperti langkah Google yang sudah berjanji kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa mereka akan melatih 100.000 developers Indonesia sampai tahun 2020.

Demi menepati janjinya, Google mengadakan sebuah kursus pemrograman Android yang bernama Indonesia Android Kejar.

Jika semakin banyak pihak yang turut mengadakan program-program seperti yang adakan oleh Google dan Bukalapak, maka akan semakin banyak developer Indonesia yang berkualitas dan memadai untuk bekerja atau mengisi lapangan kerja yang kosong di bidang IT.

Dengan demikian, mimpi Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo (Jokowi) untuk menciptakan 100.000 developers dan 1.000 technopreneur akan bisa segera menjadi sebuah kenyataan.

Miftachur Rochman atau biasa dipanggil Miftach selaku Public Relation dari Bukalapak menjelaskan bahwa Programming Contest yang diadakan oleh Bukalapak didasari dari keinginan mereka yang ingin mengembangkan para developer di Indonesia.

Miftach mengatakan bahwa dalam kontes ini tidak ada ikatan khusus yang mengaharuskan bahwa pemenang atau peserta harus menjadi karyawan Bukalapak, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Bukalapak akan memberi kesempatan bagi peserta yang memang berminat untuk bekerja di Bukalapak.

Salah satu kota yang mereka tuju adalah Kota Kembang, Bandung. Bandung merupakan destinasi Bukalapak kedua setelah Jakarta dan destinasi ketiga adalah kota Yogyakarta.

Miftach mengatakan bahwa alasan mereka memilih kota Bandung sebagai salah satu lokasi Programming Contest adalah karena banyaknya mahasiswa yang menuntut ilmu IT di kota Bandung.

Di Bandung, Programming Contest ini diikuti lebih dari 100 orang mahasiswa. Kontest ini kemudian dimenangkan oleh Ahmad Zaky. Ia adalah seorag mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2012.

Dalam Programming Contest ini, para peserta kontes akan diminta untuk menyelesaikan soal-soal algoritma dengan menggunakan bahasa C/C++, Java. Ruby, atau Python. Dalam kontes ini, kita bisa melihat bahwa para peserta begitu antusias dalam mengikuti kontes ini.

Mereka bisa mengasah dan menguji kemampuan mereka di bidang IT dan juga bisa menambah relasi dalam dunia IT. Belajar hal-hal yang baru juga bisa menambah pengetahuan mereka dalam dunia IT sehingga mereka bisa semakin berkompeten dalam bidang yang digelutinya.

Jika antusias terhadap kontes ini semakin meningkat, bukan tidak mungkin Bukalapak akan terus berkeliling Indonesia untuk mengadakan Progrmming Contest demi melahirkan pekerja IT yang memadai.

Nah, jika kalian merasa cinta dan jago di bidang IT, kalian bisa mengikuti Programming Contest Bukalapak selanjutnya di kota-kota lainnya di Indoneisa. Kalian bis amenunggu pengumuman resminya menegani Programming Contest di blog resmi Bukalapak www.blog.bukalapak.com.

Selain mendapat pengalaman baru dalam dunia IT, kalian juga bisa turut membantu Bapak Presiden RI, Joko Widodo dalam mewujudkan impian beliau untuk menciptakan 100.000 developers dan 1.000 technopreneur di Indonesia. Selamat mencoba!

Leave a reply "Populasi Pekerja IT Kurang Memadai, Bukalapak Mengadakan Programming Contest"

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*