Memahami Kesuksesan UBER, GO-JEK, dan Airbnb

Pada tahun 2015, terdapat seseorang yang memutuskan untuk menjadi tuan rumah atau host Airbnb. Lantai atas rumah yang dirasa terlalu besar untuk ibunya tinggal seorang diri kini telah menjadi tempat persinggahan dari para orang yang gemar berpergian, yang datang hampir setiap pekan.

Sebagai seorang yang gemar berpergian, dia mengaku sudah sejak lama menggunakan Airbnb. Terdapat beberapa hal yang tidak dia ingat. Namun ternyata tertata rapi dalam riwayat pemesanannya.

Di sana tertulis bahwa dia menggunakan aplikasi ini untuk pertama kalinya pada tahun 2011, saat memesan sebuah kamar di East Village, New York.

Tahun 2015 menjadi awal cerita dari kebiasaan barunya yang kini telah menjadi rutinitas. Kini dia mengakses smartphone beberapa kali dalam sehari, hanya untuk memesan pelayanan transportasi makanan, minuman, dan lain sebagainya melalui sebuah aplikasi smartphone.

Karena saat ini, dia tinggal di Indonesia, maka aplikasi yang paling sering digunakan adalah GO-JEK, yakni aplikasi yang ditujukan untuk melayani transportasi menggunakan sepeda motor atau ojek dan jasa pengirimannya berbasis aplikasi. Namun, dia juga menggunakan Uber dan Grab sesekali waktu.

Katanya, pengalaman pertama kali menggunakan aplikasi tersebut mungkin tidak jauh berbeda seperti dirinya.

Perusahaan seperti Uber, Airbnb, dan GO-JEK mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk mengatasi kebiasaan yang baru dan prosesnya hanya terjadi dalam waktu yang luar biasa singkat.

Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan kemajuan iptek dan kemampuan berfikir masyarakat yang semakin meningkat.

Terdapat kesamaan diantara ketiganya

Perusahaan tersebut mereka telah menciptakan infrastruktur digital yang dapat menolong atau membantu orang-orang agar terhubung dan saling bertukar barang maupun jasa.

Entah itu GO-JEK maupun Airbnb tidak menyediakan barang dan jasa, akan tetapi para pengguna aplikasi mereka dapat melakukannya. Dalam kasus Airbnb dan GO-JEK, orang-orang tersebut adalah para pengendara sepeda motor dan para host.

Mengubah arah perusahaan

Bisnis yang seperti ini dinamakan platform atau model bisnis yang sedang menguasai dunia. Itulah landasan dari platform Revolution, yakni sebuah buku yang ditulis oleh Sangeet Choudary, Marshall Van Alstyne, dan Geoffrey Parker.

Di dalam buku ini dijelaskan bagaimana cara bisnis platform, bagaimana cara membangun serta mengelolanya dan dampaknya terhadap masyarakat dalam lingkup yang luas.

Fakta menarik pertama yang dapat dia temukan saat membaca buku ini adalah bahwa ternyata GO-JEK dan Airbnb hanyalah sebagian kecil dari sebongkah gunung es yang mencuat ke permukaan atau lebih mudahnya aplikasi yang paling sering dibicarakan.

Kekuatan perubahan dari bisnis model ini terus berlanjut hingga kedalaman samudera. Inilah hal yang harus diperhatikan oleh para pemain di industri tradisional.

Jika mereka dapat memahami faktor apa saja yang dapat membuat platform menjadi begitu berpengaruh, maka mereka mereka dapat mengadaptasikan beberapa fitur dari model bisnis terbaru tersebut, akan tetapi diperlukan perubahan yang radikal.

Langkah Mengubah Model Bisnis Ke Platform

Menurut informasi yang tertulis di dalam buku tersebut, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil oleh perusahaan tradisional jika memang ingin mengadopsi model bisnis paltform ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus mereka lakukan.

1. Memanfaatkan komunitas dan masyarakat yang telah ada, yaitu dengan mempekerjakan pegawai baru. Langkah ini sangat mempengaruhi tugas Departemen HRD
2. Lakukan oursourcing produksi internal menjadi produksi eksternal. Langkah ini sudah pasti menjadi beban tugas bagian produksi.
3. Mencari Inovasi dan gagasan baru di luar konteks perusahaan. Langkah ini menjadi tugas dari Departemen Litbang.

Leave a reply "Memahami Kesuksesan UBER, GO-JEK, dan Airbnb"

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*